Di tengah pesatnya transformasi digital di sektor perbankan, salah satu inovasi yang jadi perhatian adalah open banking. Manfaat open banking, atau saat ini dikenal juga dengan istilah open finance, kini telah masif dirasakan oleh berbagai negara maju.

Seperti di Britania Raya, misalnya, sebagai negara pemimpin open banking di dunia kini telah memiliki lebih dari 230 penyedia layanan dan 6 juta pengguna open banking, yang didominasi oleh bisnis konsumer dan bisnis mikro. Manfaat open banking yang dirasakan oleh Britania Raya saat ini berhasil meningkatkan akses layanan perbankan, memudahkan masyarakatnya mendapatkan dan memperbaiki credit scoring, serta memperbaiki pengalaman layanan keuangan (customer experience).

Di sisi lain di Indonesia, dari total 181 juta populasi penduduk, terdapat 51% penduduk yang belum memiliki akses perbankan (unbanked) dengan berbagai alasan. Salah satunya seperti sulitnya akses ke kantor cabang terdekat untuk mendapatkan layanan perbankan. 

Oleh karena itu, salah satu manfaat open banking adalah mendekatkan berbagai layanan perbankan ke dalam aplikasi digital yang digunakan oleh masyarakat. Dengan cara ini, bank “mendemokratisasi” layanan keuangannya untuk dapat diintegrasikan oleh pihak ketiga dari berbagai penyedia layanan melalui Application Programming Interface (API). Di sinilah manfaat API atau open banking memiliki peranan penting untuk meningkatkan inklusi keuangan masyarakat.

Sebelum kita lihat lebih jauh manfaat dari menggunakan open banking di berbagai ranah industri, mari kita pelajari pengertian konsep open banking terlebih dahulu.

Apa itu open banking? Sesuai namanya, pengertian open banking adalah sebuah sistem yang memungkinkan bank untuk jadi terbuka, sehingga dapat terjadi pertukaran data nasabah antara pihak perbankan, lembaga keuangan, dengan pihak ketiga dari berbagai bisnis dan aplikasi digital secara aman. Tentu, data dipertukarkan secara aman dan atas persetujuan dari nasabah.

Satu kata kunci utama yang dapat menyimpulkan manfaat open banking adalah integrasi, di mana baik pihak penyedia jasa perbankan, nasabah, dan mitra pihak ketiga dapat terhubung dengan mudahnya, dan layanan perbankan seperti milik BRI dapat tersedia di berbagai layanan digital milik non-BRI.

Meskipun begitu, pihak perbankan menekankan standar keamanan yang telah ditetapkan dan bersama perusahaan yang bekerjasama, mengupayakan keamanan data konsumen atau pemakai layanan tersebut. Sehingga, para nasabah tidak mengalami segala hal tak mengenakkan yang berkaitan dengan kejahatan siber.

Bagaimana Penerapan Open Banking Indonesia?

Di Indonesia, pihak bank maupun perusahaan saat ini saling bekerjasama agar bisa memberikan keuntungan satu sama lain. Hampir di setiap lini bisnis, kita bisa melihat bagaimana perusahaan sudah terintegrasi dengan layanan open banking. Dari sisi ini, open banking ikut melengkapi ekosistem produk.

Dari sisi pemerintah, Bank Indonesia (BI) juga sangat mendukung gencarnya penerapan sistem perbankan ini. Open banking jadi salah satu elemen utama dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 yang dicanangkan oleh BI untuk seluruh lini industri dapat merasakan manfaat open banking

Sebagai implementasinya, sejak Agustus 2021, Bank Indonesia telah menetapkan Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) sebagai patokan kepatuhan dan standar dari pelaksanaan open banking. Open banking kini telah diimplementasikan oleh beberapa bank di Indonesia dan mengacu ke standar tersebut.

Baca juga: BRI Jamin Keamanan Open Banking dengan BRIAPI

 

Manfaat Penerapan Open Banking untuk Industri

Manfaat open banking sangat besar untuk industri. Berikut adalah di antaranya.

1. Kemudahan untuk Bertransaksi di Industri Retail

Open banking sangat memudahkan konsumen dalam melakukan berbagai jenis transaksi. Konsumen kini bisa beralih dari metode pembayaran konvensional ke proses pembayaran digital. Terutama di industri retail, pembayaran pelanggan menjadi mudah. Lewat BRIAPI, Bank BRI telah terintegrasi dengan berbagai platform retail, salah satunya yakni Indogrosir. Pusat grosir online ini mengimplementasikan BRIVA guna mempermudah konsumennya hingga mitra UMKM Indogrosir untuk mampu bertransaksi dengan lebih mudah, otomatis, dan aman.

Dengan membuka layanan BRIVA melalui API, nasabah BRI dapat merasakan salah satu manfaat open banking, yakni menambah value customer experience dalam berbelanja dengan pilihan pembayaran yang kaya, serta mendekteksi pembayaran secara otomatis dan real time.

2. Kemudahan Aksesibilitas untuk Industri Healthcare

Transaksi open banking melalui ponsel

Tantangan geografis merupakan salah satu faktor terbesar dari tidak meratanya akses terhadap sejumlah barang dan jasa, termasuk untuk layanan keuangan dan layanan kesehatan. Meski begitu, kini banyak perusahaan startup maupun inkumben yang mulai merambah akses ke kota-kota kecil dan daerah pelosok. Bisnis-bisnis inilah yang cocok untuk mengimplementasikan open API seperti BRIAPI, guna memperluas lagi manfaat open banking.

Salah satu contohnya adalah peningkatan akses di industri healthcare oleh K24Klik, sebuah aplikasi kesehatan yang memungkinkan konsumen dapat membeli obat secara online dan real time. K24Klik bekerja sama dengan BRIAPI dengan mengintegrasikan layanan BRIVA (Virtual Account), yang akhirnya sukses meningkatkan transaksi K24Klik hingga 200 persen. 

Hal ini merupakan salah satu manfaat open banking, yakni mudahnya akses ke layanan perbankan dan simplifikasi sistem pembayaran. Sehingga, konsumen pun lebih mudah mendapatkan obat yang diperlukan langsung dari rumah.

3. Otomatisasi dan Penghematan Biaya di Industri Telekomunikasi

Open banking bisa membantu proses otomatisasi untuk membuat segala aktivitas transaksi bisa berjalan dengan mudah tanpa perlu pemantauan khusus. Juga bisa membuat perusahaan bisa melakukan penghematan biaya. Segala sistem transaksi yang sebelumnya rumit dan kerap menjadi biaya operasional tambahan untuk perusahaan kini bisa dipangkas. Di industri telekomunikasi contohnya, ada Fiberconnect yang telah terintegrasi dengan BRIAPI.

4. Meningkatnya Penjualan di Industri Commerce

Manfaat open banking Tingkat penjualan atau pengguna jasa dari e-commerce dan marketplace jadi semakin meningkat karena kemudahan pembayaran setelah integrasi dengan BRIAPI. Contohnya, Shopee yang terintegrasi dengan produk BRIAPI berikut: BRIVA, Transfer ke Bank lain, hingga BRIZZI. Ini berhasil memperlancar cash flow perusahaan di Shopee.

5. Meningkatkan Minat untuk Bertransaksi di Industri Fintech

Minat bertransaksi masyarakat turut bertambah tinggi. Segala kemudahan akses dan keberagaman metode pembayaran jadi nilai lebih dari perusahaan yang masuk ke ekosistem open banking. Lewat smartphone, masyarakat bisa mencoba beragam fitur dari fintech. BRIAPI telah terintegrasi dengan DOKU dan memperkaya fitur DOKU.

6. Peluang untuk Kolaborasi yang Semakin Besar di Industri Pendidikan

Melalui sistem open banking ini, berbagai pihak kini bisa bekerjasama dengan mudahnya tanpa hambatan. Hal ini menjadi jalan untuk melakukan inovasi yang saling melengkapi. Di industri pendidikan, lewat BRIAPI, peluang kolaborasi di Universitas Sanata Dharma semakin besar karena bisa dihubungkan dengan berbagai layanan lain yang terkait transaksi. Layanan open banking seperti BRIAPI penting untuk diadopsi oleh sektor pendidikan, untuk mengikuti perubahan kebiasaan transaksi masyarakat, sehingga mampu memperlancar proses administrasi belajar mengajar.

7. Meningkatkan Customer Experience Rantai Logistik

Open banking memberikan customer experience yang semakin baik. BRIAPI sendiri telah terintegrasi dengan Dunex dari industri rantai logistik dan meningkatkan pengalaman penggunanya ketika melakukan pembayaran.

8. Mengembangkan Ekosistem Digital

Open banking menghubungkan perbankan dengan berbagai industri agar layanan bank dapat mendukung pengembangan ekosistem digital. Salah satu contohnya adalah bagaimana BRIAPI digunakan untuk pengembangan berbagai ekosistem digital BRI, seperti Healthcare Ecosystem BRI. 

Di ekosistem ini, BRI mengintegrasikan layanan keuangan untuk mendukung sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) yang menjadikannya sebuah layanan holistik yang mempermudah pelayanan kesehatan untuk lebih mudah diakses siapapun dan dimanapun.

9. Mendorong Inovasi Perusahaan termasuk di Pemerintahan

Rencana Inovasi Perusahaan

Segala kemudahan dan kelebihan dari inovasi bermanfaat untuk pelaku usaha dalam menarik konsumen maupun meningkatkan basis nasabah. Inovasi juga terjadi di lembaga pemerintahan. Misalnya, di Badan Keuangan Daerah. BRIAPI turut menyediakan akses pembayaran online untuk BKD.

10. Membentuk business model baru

Lahirnya open banking seperti BRIAPI memungkinkan bisnis untuk dapat menciptakan customer journey baru untuk para penggunanya, atau bahkan melahirkan business model yang dapat menjadi sumber pendapatan baru

Misalnya, munculnya berbagai penyelenggara sistem payment gateway seperti Xendit yang bertindak sebagai agregator berbagai layanan pembayaran. Open banking membuat pengembang layanan dapat dengan mudah mengeksplorasi lebih banyak cara untuk memberikan kepuasan dan menarik minat masyarakat luas, sehingga ekosistem persaingan pun semakin ketat.

Penutup

Dengan berbagai manfaat open banking, pastinya memberi dampak positif yang berkelanjutan. Saat ini, BRI terus berupaya melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam penerapan BRIAPI. Sehingga, baik perusahaan, lembaga, maupun konsumen bisa mendapatkan user experience yang memuaskan satu sama lain.

Tertarik mengetahui lebih lanjut mengenai BRIAPI? Anda bisa mengunjungi website resmi kami di sini untuk informasi lebih lanjut.