Memahami Percepatan Transformasi Digital Melalui Open Banking BRIAPI

12 Mei 2022
Mitra BRI menggunakan layanan open banking BRIAPI untuk mempercepat transformasi digital

Percepatan transformasi digital menjadi kunci untuk beradaptasi terhadap kebutuhan zaman. Survey dari Deloitte melaporkan bahwa 67% perusahaan yang melakukan transformasi digital adalah perusahaan yang lebih unggul dibanding pesaing yang tidak melakukan digitalisasi, khususnya ketika pandemi Covid-19 melanda.

Sebagai bank terdepan, BRI juga terus mendorong transformasi digital. Sejak mencanangkan visi menjadi The Most Valuable Banking Group in South East Asia & Champion of Financial Inclusion di 2025, BRI terus memperkuat aspek digitalisasi di tubuh perusahaan. 

Hasilnya, nasabah BRI kini bertransformasi ke arah digital dengan pesat. Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI Arga M. Nugraha menyatakan, sebanyak 96,7% aktivitas nasabah BRI telah menggunakan digital channel, berbanding jauh dengan 3,3% yang masih datang ke unit kerja. 

Ini membuktikan bahwa BRI benar-benar melakukan transformasi digital. Lebih jauh lagi, digitalisasi yang dilakukan BRI turut mendukung percepatan transformasi digital bagi nasabah maupun partnernya. Hal ini selaras dengan tujuan transformasi digital BRI, yaitu efisiensi dan digitalisasi model bisnis untuk membuat model bisnis dan value baru.
 

Apa Itu Transformasi Digital?

Mitra BRI mendorong transformasi digital di perusahaannya dengan BRIAPI

Secara umum, transformasi digital adalah adopsi dan penggunaan teknologi untuk mengubah strategi dan proses bisnis menjadi digital. Apabila diterapkan dengan terencana, transformasi digital dapat meningkatkan efisiensi waktu, sumber daya, hingga menciptakan beragam ide inovasi untuk pengembangan perusahaan. 

Dalam konteks bisnis, transformasi digital memantik terciptanya model bisnis dan aliran pendapatan baru. Teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), hingga cloud computing meningkatkan kecepatan transformasi dari segi proses. Sementara itu, teknologi dasar seperti manajemen dan analitik data menjadi semakin diperlukan untuk menganalisis data hasil transformasi digital yang berjumlah besar. 
 

Mengapa Transformasi Digital Penting?

Di era disrupsi teknologi, transformasi digital memegang peranan kunci sebagai jawaban atas kebutuhan pasar dan konsumen yang kian beragam. Selain itu, iklim bisnis yang semakin kompetitif menjadikan transformasi digital sebagai competitive advantage sebuah perusahaan dari para kompetitornya.

Berikut ini adalah empat alasan mengapa transformasi digital penting, yakni:

1. Meningkatkan kemampuan pengolahan data

Data merupakan harta karun bagi perusahaan. Melalui transformasi digital, proses analisis data dalam jumlah besar dapat dilakukan dengan cepat dan akurat. Sehingga, perusahaan dapat mengetahui kebutuhan konsumen sesegera mungkin dan menjawabnya melalui pengembangan layanan yang tepat. 

2. Menciptakan pengalaman pelanggan yang memuaskan

Transformasi digital turut membuat berbagai layanan hadir dalam bentuk produk digital. Maka, penting untuk menciptakan pengalaman pelanggan (customer experience) yang memuaskan pada produk-produk digital tersebut. Bahkan, menurut riset Accenture, customer experience kini menjadi faktor kunci pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

3. Meningkatkan produktivitas

Dengan perangkat teknologi yang tepat, perusahaan dapat mengelola alur kerja dengan lebih tertata dan meningkatkan produktivitas. Melalui otomasi pekerjaan manual dan integrasi data yang menyeluruh, transformasi digital mendukung karyawan untuk bekerja dengan lebih efisien.

4. Menjawab kebutuhan pasar

Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi ekonomi digital yang besar. Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melaporkan bahwa nilai ekonomi digital di Indonesia bisa menembus Rp 1.775 triliun pada 2025. Oleh karenanya, transformasi digital mendorong bisnis untuk menjawab kebutuhan pasar tersebut. 

Baca juga: Menilik Tren Pembayaran Digital di Indonesia dan Peran BRIAPI di Dalamnya
 

Percepatan Transformasi Digital Melalui Open Banking BRIAPI

Logo BRIAPI

Dalam konteks BRI, salah satu inisiatif transformasi digital yang dilakukan adalah mendorong ekosistem open banking di Indonesia. Untuk melakukannya, BRI memiliki BRIAPI yang menjadi akselerator integrasi produk BRI kepada lebih dari 475 ekosistem digital perusahaan mitranya. 

Mulai dari e-commerce, fintech, ride hailing, API enabler, health tech, hingga perusahaan non digital seperti institusi pendidikan dan lembaga pemerintahan—semuanya telah menjadi bagian dari transformasi digital BRI. Buktinya, BRIAPI mencatat kenaikan volume penjualan hingga 229,8% year-on-year (yoy) menjadi Rp182,78 triliun. Ada lebih dari 235,1 juta transaksi melalui BRIAPI yang terjadi pada 2021. 

Keberhasilan BRI meraih kenaikan volume penjualan, transaksi, dan fee-based income (FBI) dari BRIAPI menjadi salah satu bukti suksesnya transformasi digital perseroan. Pencapaian ini merupakan buah dari hasil kerja keras rekan-rekan BRILiaN, tenaga pemasar BRIAPI, serta kolaborasi dengan seluruh mitra.

Nyatanya, prestasi BRIAPI ini juga merupakan wujud komitmen BRI dalam memberikan layanan perbankan digital terbaik. Hal ini selaras dengan tujuan BRIAPI, yakni membuka gerbang kolaborasi dan mendukung pembangunan ekonomi digital Indonesia. Oleh karenanya, BRIAPI dapat dikatakan telah berhasil mengakselerasi transformasi digital Indonesia di ranah open banking

Baca juga: Kolaborasi dengan BRIAPI, Xendit Hadirkan Layanan Pembayaran Digital Terbaik
 

Contoh Transformasi Digital Perusahaan dengan BRIAPI


Dunex

Transformasi digital Dunex dengan integrasi BRIAPI

PT. Dunia Express Transindo (Dunex) adalah perusahaan total logistic yang menyediakan berbagai servis logistik, seperti ekspor-impor, gudang penyimpanan, hingga pengiriman barang. Berpengalaman tiga dekade menggawangi industri logistik, Dunex memiliki satu masalah utama: masih berlangsungnya berbagai proses manual yang merepotkan. 

Salah satu contohnya adalah pembayaran uang jalan harian kepada para sopir logistik. Perusahaan harus melakukan input data satu per satu secara manual. Padahal, secara jumlah transaksi, ada sekitar 1000 sopir logistik yang perlu ditransfer. Hal ini tentunya merepotkan apabila melalui transfer manual. 

Maka, Dunex berupaya menciptakan sistem pembayaran yang lebih efisien dan efektif melalui otomasi dan digitalisasi. Salah satu upaya Dunex adalah melakukan integrasi dengan BRIAPI.

Sejak Januari 2022, Dunex resmi terintegrasi dengan layanan Fund Transfer Internal dan Info Mutasi BRIAPI. Berkat BRIAPI pula, Dunex berhasil melakukan otomasi dan digitalisasi pembayaran, khususnya terkait pembayaran biaya perjalanan sopir mereka. 

Hasilnya, Dunex tidak perlu lagi melakukan input data secara manual untuk memproses pembayaran. Bahkan, mereka mampu memangkas waktu proses transaksi hingga 20 menit. Ke depannya, Dunex akan terus mengoptimalkan potensi BRIAPI demi pengembangan bisnis perusahaan.

Baca juga: 7 Manfaat API Bank bagi Pebisnis dan Developer
 

Xendit

Logo Xendit

Xendit adalah perusahaan teknologi finansial (financial technology, fintech) yang menyediakan solusi pembayaran dan menyederhanakan proses pembayaran untuk bisnis di Indonesia, Filipina, dan Asia Tenggara. Di tahun 2021 lalu, Xendit mencetak prestasi membanggakan usai berhasil menjadi startup unicorn terbaru di Indonesia berkat pendanaan Seri-C senilai US$150 juta atau setara dengan Rp2,1 triliun.

Sebagai solusi payment gateway, Xendit mengintegrasikan BRIAPI untuk memperkaya metode pembayaran digital bagi para merchant-nya. Dua produk BRIAPI yang terintegrasi dengan Xendit, BRI Direct Debit dan Transfer Antar Rekening BRI, mampu menyediakan akses pembayaran digital bagi nasabah BRI. 

Hasilnya, konsumen merchant Xendit kini bisa menuntaskan pembayaran secara online melalui opsi pembayaran digital BRI. Proses pembayaran menjadi lebih mudah, cepat, sekaligus terjamin keamanannya. Selain itu, Xendit juga sedang mengembangkan kemampuan otomasi melalui BRIAPI. Dengan begitu, pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan secara manual dapat diminimalisasi.

 

Dunex dan Xendit adalah dua contoh perusahaan yang memanfaatkan layanan open banking BRIAPI. Meskipun keduanya bergerak di industri yang berbeda, tetapi pada kenyataannya, BRIAPI mampu mendorong transformasi digital baik di perusahaan logistik maupun startup di bidang payment gateway

Artinya, fleksibilitas BRIAPI sebagai layanan open banking dapat diimplementasikan di berbagai jenis perusahaan dan industri. Lebih jauh lagi, BRIAPI membantu mengotomasi proses-proses manual—inti dari transformasi digital itu sendiri. Maka, optimalkan bisnis Anda melalui transformasi digital dengan layanan open banking BRIAPI!

***