Wujudkan Cashless Society di Indonesia, BRI Maksimalkan Open Banking BRIAPI

24 Mei 2022

BRI menjadi bagian dari cashless society di Indonesia lewat BRIAPI

Efek samping pandemi Covid-19 telah mengubah kebiasaan masyarakat dalam bertransaksi menggunakan digital, sehingga mampu mendorong kinerja perbankan. Kebutuhan masyarakat yang terus meningkat membuat mereka semakin memanfaatkan transaksi elektronik. Inilah yang dinamakan dengan cashless society, sebuah fenomena ekonomi di mana masyarakat menggunakan alat pembayaran non-tunai untuk setiap transaksi finansial. 

Bank Indonesia (BI) mencatat, transaksi uang elektronik meningkat hingga 45,05% year-on-year (yoy) menjadi Rp209,81 triliun pada triwulan III 2021 lalu. Ada pula catatan kinerja cemerlang dari Bank BRI. Pada kuartal I 2022, BRI mengalami kenaikan transaksi digital banking mencapai 44,2% atau mengambil porsi sebesar 59% dari total keseluruhan transaksi.

Menurut Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto, transaksi digital banking BRI yang tumbuh positif disebabkan karena mulai pulihnya perekonomian dan tingginya mobilitas masyarakat. Selain itu, peningkatan tersebut juga menunjukkan perubahan transaksi masyarakat dan dukungan besar BRI terhadap cashless society
 

Apa Itu Cashless Society?

Nasabah BRI melakukan transaksi lewat BRIMo sebagai bagian cashless society

Cashless society adalah konsep ekonomi di mana seluruh transaksi finansial masyarakat berlangsung secara non-tunai. Medium digital menjadi tulang punggung cashless society, yakni melalui internet banking, mobile banking, hingga electronic wallet atau dompet digital. Dengan demikian, cashless society berarti mengurangi dan bahkan menghindaripenggunaan alat pembayaran tunai dan fisik seperti uang kertas. 

Untuk mendukung cashless society, Bank Indonesia (BI) telah mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) sejak 14 Agustus 2014. Tujuan GNNT adalah untuk menciptakan sistem pembayaran yang aman, efisien, dan lancar. Sehingga, GNNT dan cashless society diharapkan akan mampu mendorong sistem keuangan nasional bekerja secara efektif dan efisien.

Sebagai bank tertua di Indonesia, BRI turut menghadirkan berbagai layanan digital demi membantu terciptanya cashless society di Tanah Air. Layanan seperti Internet Banking BRI hingga aplikasi BRIMo menjadi andalan BRI. Bahkan, BRIMo telah menjadi superapps yang mengintegrasikan beberapa aplikasi e-banking BRI sekaligus dalam satu aplikasi

Semua ini dilakukan BRI demi mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk menggunakan transaksi non-tunai. Sehingga, semua orang bisa berpartisipasi di dalam cashless society Indonesia melalui layanan keuangan digital BRI. 

Baca juga: Digitalisasi UMKM Dongkrak Pendapatan UMKM di 2022
 

Kenapa Cashless Society Bisa Terjadi?

Munculnya fenomena cashless society tentunya didahului oleh berbagai faktor. Berikut adalah faktor-faktor cashless society bisa terjadi saat ini: 

1. Masyarakat semakin teredukasi tentang teknologi

Berkembang pesatnya teknologi membuat masyarakat tidak ingin tertinggal. Dampaknya, masyarakat berlomba-lomba mengikuti tren cashless dengan mempelajari berbagai teknologi pembayaran non-tunai yang tersedia.

2. Masyarakat menginginkan kemudahan dan kecepatan

Konsumen Indonesia telah merasakan langsung manfaat gaya hidup cashless, terutama dari segi kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan dalam bertransaksi. Cukup melalui gawai, segala transaksi dapat dilakukan kapan pun dan di mana pun.

Salah satu contohnya adalah melalui BRI Virtual Account (BRIVA). BRIVA adalah layanan pembayaran Virtual Account dari BRI yang tersedia di BRIAPI. Dengan BRIVA, semua transaksi yang terjadi akan otomatis tercatat secara real-time—mendukung keinginan nasabah akan kecepatan dan kenyamanan bertransaksi.

3. Sistem perdagangan dan pembayaran online kian populer

Beragamnya marketplace dan variasi pembayaran virtual turut mendukung transisi masyarakat dari transaksi tunai ke non-tunai. Buktinya, studi yang dilakukan Visa menyatakan bahwa 59% konsumen Indonesia kini lebih memilih berbelanja di online marketplace.

4. Dorongan Covid-19 mempercepat transisi masyarakat

Studi yang sama turut menyebutkan bahwa pandemi Covid-19 dapat mengakselerasi perwujudan cashless society di Indonesia menjadi tahun 2026. Didasari kekhawatiran akan penyebaran virus Covid-19, sebanyak 63% konsumen Indonesia membawa lebih sedikit uang tunai. Angka ini merupakan yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara.
 

7 Keuntungan Cashless Society

Ilustrasi cashless society di Indonesia yang telah dicanangkan Bank Indonesia sejak 2017

Dengan menjadi bagian dari cashless society, Anda dapat memperoleh berbagai manfaat dan keuntungan. Berikut adalah keuntungan cashless society untuk kehidupan finansial:

1. Membayar lebih praktis

Dalam cashless society, Anda tidak perlu lagi membawa uang tunai yang memenuhi isi dompet. Cukup membawa kartu debit, uang elektronik, atau dompet digital dari smartphone, Anda bisa bertransaksi dengan praktis. 

Contoh kepraktisan tersebut dapat Anda rasakan dengan BRI Direct Debit. Misalnya, saat Anda bertransaksi e-commerce, cukup masukkan kode one time password (OTP) dan dana dari rekening Anda akan tertarik secara otomatis. Belanja online pun menjadi lebih mudah dan aman dengan BRI Direct Debit. 

2. Memastikan keamanan bertransaksi

Selain praktis, cashless society juga menjamin keamanan konsumen dalam bertransaksi. Ini karena setiap pembayaran non-tunai menggunakan PIN atau kode One Time Password (OTP) sebagai fitur keamanannya. Sehingga, Anda tidak perlu takut melakukan transaksi secara digital. 

3. Memberikan efisiensi waktu dan tenaga

Saat ini, berbagai merchant telah menyediakan mekanisme pembayaran cashless di tokonya, baik melalui mesin EDC, kode QRIS, hingga dompet digital. Dengan begitu, Anda bisa bertransaksi secara efisien dan mudah dengan alat pembayaran non-tunai tersebut. 

4. Membuat perencanaan keuangan lebih akurat

Perencanaan anggaran keuangan yang baik menjadi salah satu kunci sukses kehidupan. Maka, dengan ikut serta dalam cashless society, Anda bisa melacak seluruh pemasukan maupun pengeluaran dengan mudah, mulai dari nilai transaksi, lokasi, waktu, hingga nama merchant

5. Mendukung penghematan anggaran negara

Berdasarkan laporan Bank Indonesia, setiap tahunnya, anggaran sebesar Rp3,5 triliun digelontorkan untuk mencetak uang baru, termasuk menggantikan uang kumal yang dihancurkan. Maka, dengan menjadi cashless society, kita turut berpartisipasi menghemat anggaran negara khususnya dalam hal biaya pengelolaan uang fisik. 

6. Menghadirkan promo menarik 

Selain kemudahan-kemudahan di atas, cashless society nyatanya juga menjadi ajang promo dari para merchant. Misalnya, merchant mitra BRIZZI dapat memberikan promo menarik bagi pelanggannya apabila bertransaksi dengan uang elektronik tersebut. Mulai dari discount hingga cashback dalam jumlah besar, promo-promo tersebut membuat belanja menjadi lebih hemat.

7. Mempercepat perputaran ekonomi

Keuntungan terakhir dari cashless society adalah mempercepat perputaran ekonomi. Dampaknya, uang lebih cepat didistribusikan ke sektor-sektor produktif. Menurut mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, R. Maulana Ibrahim S, perputaran uang yang semakin cepat mampu menstimulasi pertumbuhan ekonomi sebagai efek dari money multiplier yang tercipta.
 

Cashless Society di Indonesia

Ilustrasi cashless society di Indonesia yang didorong oleh BRIAPI

BI menjalankan beberapa inisiatif untuk mendukung cashless society di Indonesia. Di antaranya adalah memberlakukan pembayaran tol secara non-tunai sejak Oktober 2017. Di akhir tahun yang sama, BI meluncurkan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) untuk kartu ATM/Debit.

Selanjutnya, pada 17 Agustus 2019, BI meresmikan penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai standar QR Code untuk pembayaran digital. Belum berhenti sampai di situ, karena BI kemudian menerbitkan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025. 

Salah satu visi di dalam BSPI 2025 adalah mendukung digitalisasi perbankan sebagai lembaga utama dalam ekonomi-keuangan digital, baik melalui open-banking maupun pemanfaatan teknologi digital dan data dalam bisnis keuangan. Maka, di sinilah BRIAPI berperan. 

BRIAPI adalah singkatan dari BRI Application Programming Interface, sebuah antarmuka pemrograman aplikasi yang memungkinkan integrasi antara aplikasi pihak ketiga dengan layanan perbankan digital BRI. Dengan lebih dari 70 juta nasabah di seluruh Indonesia, BRIAPI membuat bisnis Anda selangkah lebih dekat menuju ekosistem cashless society

Baca juga: 7 Manfaat API Bank bagi Pebisnis dan Developer
 

Menciptakan Cashless Society dengan Open Banking BRIAPI

Logo BRIAPI

BRI terus mengoptimalkan layanan open banking BRIAPI. Ini karena BRIAPI benar-benar mempermudah dan melancarkan berbagai kebutuhan transaksi perbankan, terutama transaksi digital. Tentunya, pertumbuhan BRIAPI sejalan dengan bergeraknya masyarakat menuju cashless society.

Hal tersebut dapat dibuktikan dari angka sales volume BRIAPI yang meningkat hingga 305,8% sepanjang tahun 2021. Hingga kuartal ke-IV tahun lalu, lebih dari 226 juta transaksi terjadi melalui BRIAPI. Triple digit growth ini berhasil tercapai berkat meningkatnya jumlah transaksi yang dilakukan melalui BRIAPI. 

Selain itu, lebih dari 386 perusahaan mitra BRI di seluruh Indonesia telah mengaktifkan ekosistem non-tunai bagi internal perusahaan hingga konsumen mereka. Mulai dari e-commerce, fintech, ride hailing, hingga institusi pendidikan—semua menuju cashless society. 

BRIAPI diciptakan sebagai perwujudan strategi BRI untuk mempercepat inklusi keuangan dan ekonomi Indonesia. BRIAPI juga mendukung pembangunan industri fintech melalui sinergi dan kolaborasi. 

Oleh karenanya, dapat disimpulkan bahwa BRIAPI turut membangun cashless society melalui optimasi layanan open banking yang memberikan kemudahan transaksi bagi semua pihak. Mari wujudkan cashless society di Indonesia dengan mulai integrasi BRIAPI sekarang.


***