Open banking di 2022 akan mempercepat digitalisasi perbankan

Open banking di 2022 diprediksi akan semakin menjanjikan. Ini karena open banking menjadi wujud nyata digitalisasi perbankan untuk menghadapi berbagai tantangan yang menunggu di masa depan. 

Secara global, Forrester Research memprediksi bahwa di tahun 2022, open banking akan semakin memantapkan diri di sektor keuangan, khususnya di Amerika Serikat dan Uni Eropa. Dalam konteks Indonesia, hal ini sejalan dengan laporan Bank Indonesia yang memperkirakan bahwa transaksi digital banking akan mengalami peningkatan signifikan pada 2022. Kenaikan tersebut bahkan menyentuh angka Rp8 ribu triliun, yakni dari Rp40 ribu triliun di 2021 menjadi Rp48 ribu triliun di 2022 nanti.

Salah satu penyebabnya adalah karena sebagai salah satu pilar digitalisasi perbankan, open banking memungkinkan bank membuka data dan informasi keuangan nasabahnya kepada pihak ketiga. Dari sisi perbankan, tentunya hal ini memberikan dampak positif. Bank BRI sendiri mencatat pertumbuhan transaksi digital yang meroket hingga 402,6% per Maret 2021 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Nah, menyambut tren open banking di 2022, Bank Indonesia pun meresmikan Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP). Standar ini resmi ditetapkan pada 16 Agustus 2021 lalu dan wajib diterapkan secara bertahap dalam setiap Open API Pembayaran.

Apa itu SNAP Bank Indonesia? 

Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) dari Bank Indonesia

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, SNAP atau Standar Nasional Open API Pembayaran adalah standar nasional yang ditetapkan Bank Indonesia atas seperangkat protokol dan instruksi. Protokol tersebut berfungsi memfasilitasi interkoneksi antaraplikasi secara terbuka dalam pemrosesan transaksi pembayaran. 

SNAP meliputi standar teknis, standar keamanan, dan standar governance. Dengan SNAP, berbagai layanan transaksi di Indonesia akan disatukan dalam satu sistem. Tujuan ditetapkannya SNAP adalah sebagai berikut: 

  1. menciptakan industri sistem pembayaran yang sehat, kompetitif, dan inovatif; 
  2. mendorong integrasi, interkoneksi, interoperabilitas, keamanan dan keandalan infrastruktur sistem pembayaran;
  3. meningkatkan praktik pasar (market practice) yang sehat, efisien, dan wajar dalam penyelenggaraan sistem pembayaran.

Implementasi SNAP merupakan salah satu tahapan penting dalam rangka mengakselerasi open banking dan digitalisasi perbankan di area sistem pembayaran. Inisiatif SNAP juga merupakan tindak lanjut dari visi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025.

Oleh karenanya, penerapan SNAP secara menyeluruh tentunya akan membantu open banking menjadi solusi strategis untuk mendorong transformasi digital dengan lebih terarah di 2022. Bank akan lebih mampu memanfaatkan peluang inovasi digital. Selain itu, digitalisasi perbankan juga akan mendorong bank untuk memberikan layanan yang lebih berorientasi kepada pelanggan (customer-oriented).

Manfaat Open Banking di 2022 untuk Digitalisasi Perbankan 

Manfaat Open Banking di 2022 untuk Digitalisasi Perbankan

Berdasarkan data dari Strands, lebih dari 65% bank belum memiliki strategi open banking sama sekali. Maka dari itu, kesempatan untuk memanfaatkan open banking di 2022 sebenarnya sangat besar. BRIAPI pun berusaha memanfaatkan momentum ini. 

BRIAPI berupaya memanfaatkan potensi open banking sebagai salah satu aset terpenting Bank BRI di tahun-tahun mendatang. Ini cara BRIAPI memanfaatkannya:

  1. Membangun reputasi dengan cybersecurity yang baik

Bank BRI merupakan bank pertama di Asia Tenggara yang mendapatkan sertifikasi PA-DSS (Payment Application Data Security Standard) dari PCI Security Standard Council. Sertifikasi ini memastikan bahwa  Bank BRI mengembangkan aplikasi pembayaran yang aman dan tidak menyimpan data penting nasabah.

Selain itu, Bank BRI juga telah memperoleh sertifikasi ISO 27001 untuk layanan BRIAPI sejak 2019. ISO 27001 adalah standar keamanan internasional untuk penerapan sistem manajemen keamanan informasi pada suatu produk. Dengan dua sertifikasi berstandar internasional ini, Bank BRI membuktikan komitmennya untuk menjaga keamanan data nasabah.

Dampaknya, tentunya pelanggan akan lebih percaya terhadap layanan BRIAPI karena Bank BRI telah memastikan keamanan perbankan virtualnya di seluruh lini.

  1. Memberikan customer experience terbaik

Open banking adalah salah satu proses penting menuju digitalisasi perbankan. Dengan memanfaatkannya, bank telah membuktikan kesiapan dirinya menuju masa depan, khususnya dalam memberikan customer experience bagi pelanggan.

Bank BRI telah membuktikannya dengan BRIAPI. Berbagai layanan BRIAPI membantu partner untuk mengakselerasi proses transformasi digital. Ini karena BRIAPI menyatukan berbagai pilihan pembayaran. 

Proses transaksi pun berjalan lebih simpel dan mudah dengan biaya transfer yang lebih murah. Tidak ada lagi kata ‘ribet’ dalam melakukan transfer. Cukup sekali klik dan pelanggan dapat memilih opsi pembayaran terbaik menurut mereka.

  1. Membuka gerbang kolaborasi dengan berbagai perusahaan

Sesuai dengan definisinya, open banking membuka gerbang kolaborasi antara Bank BRI dengan berbagai perusahaan, baik perusahaan digital maupun non-digital. Kolaborasi pun menjadi jauh lebih mudah dan cepat.

Ini karena BRIAPI memungkinkan perusahaan untuk mengintegrasikan berbagai produk Bank BRI dalam satu kali proses saja. Dengan begitu, biaya implementasi pun menjadi lebih murah. Hal ini jelas berbeda apabila partnership dilakukan melalui skema Host to Host (H2H).

Apabila perusahaan menggunakan skema H2H, maka integrasi dilakukan per produk dengan tambahan biaya untuk setiap produk yang diintegrasikan. Ini pun masih ditambah dengan kewajiban bagi perusahaan untuk memiliki dedicated server—hal yang tidak perlu Anda miliki jika memanfaatkan open banking BRIAPI.

Manfaat Nyata BRIAPI Open Banking

Untuk mempelajari bagaimana BRIAPI mendukung transformasi digital, berikut ini adalah contoh nyata dari pemanfaatan BRIAPI oleh dua partner Bank BRI, DOKU dan Indogrosir.

DOKU

DOKU memanfaatkan BRIAPI untuk menciptakan ekosistem pembayaran digital

Sebagai perusahaan B2B yang bergerak di bidang payment gateway, DOKU berupaya menciptakan ekosistem pembayaran digital bagi para merchant-nya. Bersama BRIAPI, DOKU sukses menjangkau area bisnis yang lebih luas, terutama setelah menyediakan layanan BRI Direct Debit dan Fund Transfer.

BRI Direct Debit menghubungkan DOKU dengan layanan kartu debit Bank BRI sebagai Source of Fund (SoF). Transaksi pun berlangsung cepat karena hanya berjalan dalam satu proses registrasi.

DOKU juga memanfaatkan Fund Transfer. Layanan ini memungkinkan merchant DOKU untuk melakukan transfer baik ke sesama rekening Bank BRI maupun ke rekening bank-bank lain. 

Indogrosir

Indogrosir memperoleh manfaat BRIAPI untuk melengkapi pilihan pembayaran

Selain DOKU, ada pula Indogrosir yang menjadi partner BRIAPI melalui BRIVA. Indogrosir menggunakan BRIVA untuk melengkapi pilihan pembayaran transaksi online. 

Dengan mengimplementasikan API BRIVA, konsumen Indogrosir hingga partner UMKM mereka dapat melakukan pembayaran dengan lebih cepat dan mudah. Semua sudah otomatis dengan menggunakan kode unik berupa nomor Virtual Account. 

Hal ini tentunya memudahkan lebih dari 600 jaringan supplier dan distributor Indogrosir serta 130.000 UMKM yang bekerja sama dengan perusahaan ritel ini, khususnya dalam mengoptimalkan pengalaman berbelanja ritel bagi pelanggan mereka.

 

Partner BRIAPI telah merasakan kenyamanan bertransaksi dalam digitalisasi perbankan. API Bank BRI seperti BRI Direct Debit, Fund Transfer, dan BRIVA terbukti mampu memaksimalkan potensi partner Bank BRI baik dari sisi operasional perusahaan maupun layanan bagi pelanggan. Maka, inilah saatnya bagi Anda untuk memperoleh manfaat dari open banking di 2022 dengan menggunakan produk-produk BRIAPI.