Saat ini, e-commerce dan semua bisnis sudah go digital. Riset kolaboratif yang dilakukan Google, Bain, dan Temasek menunjukkan, 8 dari 10 merchant memperkirakan bahwa dalam 5 tahun ke depan, lebih dari 50 persen pendapatan bisnis digital akan berasal dari sumber online.

Salah satu faktor digital enabler para merchant adalah teknologi transaksi digital. Riset yang sama menyebutkan bahwa 90 persen bisnis digital menggunakan sistem pembayaran digital. Alasannya adalah karena sistem pembayaran digital memberikan customer experience yang lebih baik, mulai dari pemilihan produk, pembayaran, hingga layanan after sales. 

Namun, nyatanya bisnis digital bukan sekadar ‘jualan online’. Lebih dari itu, bisnis digital mengutamakan penggunaan teknologi agar perusahaan dapat menawarkan keunggulan dibanding kompetitornya.

Apa Itu Bisnis Digital: Pengertian, Contoh dan Peluang Bisnis Digital di 2022

Seorang pebisnis sedang menjalankan bisnis digital

Pengertian Bisnis Digital

Bisnis digital adalah pemanfaatan teknologi digital untuk menciptakan berbagai keunikan, mulai dari model bisnis hingga pengalaman pelanggan (customer experience). Bisnis digital juga melihat bagaimana perusahaan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kemampuan bisnis demi mendukung operasi bisnis yang berjalan. Bisnis disebut sedang melakukan transformasi digital apabila menggunakan pendekatan digital dalam bisnisnya.

Di tahun-tahun mendatang, bisnis digital diprediksi akan semakin dilirik. Penyebabnya adalah gencarnya disrupsi digital yang terjadi. Perubahan teknologi yang sangat cepat mengakibatkan cara pengelolaan bisnis konvensional menjadi semakin tidak relevan. Salah satu bentuk perubahan teknologi tersebut adalah adanya open banking.

Open banking membantu marketplace, perusahaan fintech, dan bank terintegrasi satu sama lain. Penerapan open banking semakin masif karena open banking menyediakan layanan finansial yang lebih mudah dan nyaman dalam suatu ekosistem bisnis digital. Layanan open banking dapat ditemui dengan mudah di berbagai metode pembayaran digital. 

Dampaknya, metode pembayaran hingga pencatatan transaksi secara manual perlahan mulai terdigitalisasi. Misalnya, pebisnis menyediakan berbagai akses pembayaran non-tunai untuk mempermudah para pelanggannya, Sehingga, pelanggan bisa melakukan transaksi cukup melalui gadget-nya.

Contoh Bisnis Digital

Agar lebih mudah membayangkan berbagai proses yang terjadi dalam bisnis digital, berikut ini adalah beberapa contoh perusahaan yang memanfaatkan bisnis digital. 
 

Shopee

Logo Shopee

Shopee adalah perusahaan teknologi multinasional asal Singapura yang berfokus pada pengembangan e-commerce. Sebagai platform e-commerce terbesar di Asia Tenggara, Shopee membantu ribuan hingga jutaan merchant-nya menjual produk-produk mereka. 

Shopee merupakan contoh bentuk bisnis digital dari pasar konvensional. Seperti pasar konvensional, baik pedagang maupun pelanggan berada di satu lokasi yang sama. Dalam konteks bisnis digital Shopee, hal ini disebut sebagai marketplace

Maka, demi mengeksekusi model bisnisnya sebagai bisnis digital, tentunya Shopee perlu mempersenjatai diri mereka dengan dukungan logistik hingga akses pembayaran yang terintegrasi dalam satu platform. Untuk itu, Shopee bekerja sama dengan penyedia layanan open banking milik BRI, yaitu BRIAPI.

Layanan BRIAPI memudahkan integrasi antara layanan perbankan BRI dengan sistem pembayaran yang disediakan oleh Shopee. Hal ini sejalan dengan semangat Shopee yang mengutamakan online shopping experience yang mudah, aman, dan cepat.

Integrasi antara BRIAPI dan Shopee dapat dilihat melalui metode pembayaran ShopeePay. Layanan e-wallet ini dapat digunakan pengguna Shopee sebagai metode pembayaran online di aplikasi Shopee hingga offline di merchant ShopeePay.

Untuk memperkaya akses pembayaran ShopeePay, Shopee memanfaatkan API BRIVA, API BRIZZI, dan API Transfer ke Bank Lain dari BRIAPI. Akses pembayaran digital BRI di ShopeePay membuatnya menjadi salah satu layanan e-wallet bisnis digital yang paling banyak digunakan di Indonesia.
 

PT Tunas Dwipa Matra

Logo PT Tunas Dwipa Matra

PT Tunas Dwipa Matra (TDM) adalah distributor utama sepeda motor Honda di Provinsi Lampung dan Bangka Belitung. TDM bergerak di lini jasa penjualan hingga perawatan, perbaikan, dan suku cadang sepeda motor Honda. Hingga artikel ini disusun, TDM sudah memiliki lebih 76 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Sebagai perusahaan yang menyediakan berbagai kebutuhan sepeda motor, TDM telah memperoleh kepercayaan masyarakat melalui kualitas produknya. Buktinya, angka penjualan sepeda motor Honda telah mencapai lebih dari 3 juta unit hingga Agustus 2021. 

Besarnya transaksi penjualan sepeda motor ini membuat TDM pun turut memanfaatkan berbagai teknologi pendukung dan mempermudah proses transformasinya menjadi bisnis digital. Untuk itu, TDM mengintegrasikan BRIAPI demi membantu kelancaran tata kelola keuangan. 

TDM memaksimalkan API Info Saldo demi menghadirkan layanan pengecekan saldo perusahaan yang lebih mudah dan transparan. Di samping itu, API Info Mutasi juga dimanfaatkan TDM untuk mengakses informasi neraca keuangan seperti kas, piutang, dan transaksi.

Bagi TDM, layanan BRIAPI telah membantu mereka untuk menjadi bisnis digital yang modern, aman, serta dinamis. Dengan begitu, TDM pun lebih mudah mengelola berbagai transaksi yang dilakukan jutaan konsumennya.
 

Peluang Bisnis Digital di 2022

Pebisnis digital memanfaatkan peluang bisnis digital di 2022

Kita telah melihat bagaimana bisnis memanfaatkan open banking untuk mendukung aktivitasnya sebagai bisnis digital. Demi memperkuat sistem pengelolaan keuangan bisnis digital, kedua perusahaan di atas memanfaatkan layanan BRIAPI.

Oleh karena itu, peluang bisnis digital di 2022 diprediksi akan semakin bergerak ke arah digital, khususnya dari sisi pengelolaan keuangan. Jika Anda ingin memulai bisnis digital, inilah saat yang tepat untuk melakukannya. Dengan tingginya adopsi teknologi dan internet di Indonesia, setiap bisnis perlu melakukan transformasi dari cara-cara konvensional menjadi digital. 

Misalnya, sebuah bisnis yang sebelumnya hanya menyediakan toko offline, kini juga harus memperkuat kehadirannya melalui website dan media sosial. Tujuannya adalah untuk menjangkau konsumen pada berbagai digital touchpoints, termasuk pada saat konsumen melakukan transaksi. Maka dari itu, salah satu kunci sukses bisnis digital adalah menyediakan teknologi transaksi digital yang mudah dan aman

Penerapan teknologi transaksi digital juga didukung secara masif oleh pemerintah melalui Bank Indonesia yang mengeluarkan Blueprint Sistem Pembayaran 2025 (BSPI 2025). BSPI 2025 berperan dalam menentukan arah kebijakan sistem pembayaran di era ekonomi dan keuangan digital. Salah satu turunannya adalah Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) yang mengatur standardisasi dan keamanan open banking sehingga semua transaksi dan pertukaran data dalam open banking menjadi lebih aman.

Maka, dengan mengintegrasikan BRIAPI, Anda sudah selangkah lebih awal untuk menuju kesuksesan bisnis digital. Anda dapat menyediakan akses pembayaran terbaik bagi pelanggan hingga menikmati mudahnya mengelola keuangan bisnis. Mulai sekarang dan nikmati peluang bisnis digital di 2022.