API sandbox adalah fitur untuk melakukan simulasi dan pengujian Application Programming Interface (API) dengan data yang telah disediakan. Bagi developer, aktivitas tersebut sangatlah penting. Sebelum benar-benar mengintegrasikan API ke dalam pengembangan produk, developer harus mengetahui celah atau eror yang bisa saja terjadi dalam prosesnya. 

Maka sebagai penyedia layanan API, BRIAPI membantu developer untuk melakukan simulasi dan uji coba API melalui API sandbox. Fasilitas ini memungkinkan developer untuk menciptakan kondisi yang mirip dengan production behavior di platform mereka.

Apa itu API Sandbox?

Ilustrasi sandbox

Seperti yang telah disinggung di atas, API sandbox adalah fitur yang membuat developer dapat melakukan simulasi request dan response menggunakan data dummy yang telah disediakan. Di BRIAPI, fitur API sandbox hanya dapat digunakan oleh pihak ketiga (third-party) yang telah terdaftar.

API sandbox sangat penting bagi developer. Sebelum menggunakan API di production environment, uji coba harus dilakukan pada setiap API. Oleh karena itu, dibutuhkan lingkungan yang sesuai sekaligus mencerminkan penggunaan API di situasi tersebut. 

Nah, mirip seperti kotak pasir (sandbox) yang memungkinkan Anda untuk membangun apapun di dalamnya, API sandbox BRIAPI juga membantu Anda untuk menciptakan lingkungan yang mirip dengan production environment sebelum mengintegrasikan API di sistem Anda. 

Di dalam API sandbox BRIAPI, Anda dapat mengubah dan menambahkan produk lain sesuai dengan kebutuhan. Setiap membuat portal app baru, Anda akan mendapatkan credential berupa consumer key dan consumer secret untuk mengakses Sandbox Environment BRIAPI. 

5 manfaat API sandbox BRIAPI

ISelain untuk pengujian dan simulasi penggunaan API sebelum diimplementasi ke produk, ada lima manfaat lain yang dapat Anda temukan di API sandbox BRIAPI.

Berikut adalah kelima manfaat tersebut:

  1. Menyediakan komponen dasar

    API sandbox BRIAPI menyediakan komponen untuk melakukan tugas-tugas dasar (common tasks). Dengan begitu, Anda dapat fokus terhadap komponen unik aplikasi Anda dalam melakukan simulasi pengembangan produk.

  2. Melakukan simulasi kontinu

    Ketika Anda sudah mendaftar di BRIAPI, maka Anda dapat menggunakan API sandbox BRIAPI untuk melakukan simulasi secara kontinu dan sebebas mungkin, tergantung kebutuhan integrasi Anda.

  3. Melakukan testing

    API sandbox BRIAPI juga memungkinkan developer untuk melakukan System Integration Testing (SIT) dan Unit Acceptance Testing (UAT). 

    SIT adalah pengujian untuk membuktikan bahwa setiap fungsi dari suatu aplikasi adalah satu solusi terintegrasi. Sementara UAT, yang dilakukan setelah SIT, merupakan pengujian di mana pengguna melakukan uji coba terhadap aplikasi

  4. Mengurangi risiko gagal integrasi

    Simulasi penting untuk menemukan ketidaksesuaian API dengan proses pengembangan produk. Oleh karenanya, Anda bisa memaksimalkan penggunaan API sandbox untuk menemukan celah yang sekiranya dapat terjadi ketika Anda mengintegrasikan API tersebut.

  5. Meningkatkan user experience

    API sandbox membuat developer dapat melakukan beragam uji coba dengan berbagai layanan BRIAPI. Artinya, API sandbox memberikan user experience yang baik bagi developer sejak sebelum hingga setelah proses onboarding.

Untuk dapat memanfaatkan API sandbox BRIAPI di atas, lakukan pendaftaran ke website BRIAPI terlebih dahulu di sini. Ikuti alur pendaftaran dan cermati setiap poin-poinnya untuk memaksimalkan API sandbox BRIAPI.

5 tips menggunakan API sandbox BRIAPI

Seorang developer menggunakan API sandbox BRIAPI

Demi memperoleh manfaat maksimal dari penggunaan API sandbox, Anda harus memahami penggunaannya dengan baik dan benar. Untuk itu, Anda dapat mengikuti lima tips menggunakan API sandbox di bawah ini:

  1. Pahami informasi API

    Sebelum melakukan pengujian dan pengujian di API sandbox, Anda harus memahami terlebih dahulu seluruh informasi terkait API yang akan diuji. 

    Untuk melakukannya, Anda dapat menjawab dua pertanyaan berikut: (1) apa tujuan layanan API yang akan Anda uji serta (2) bagaimana alur kerja (workflow) aplikasi Anda dan di mana posisi API di workflow tersebut. 

  2. Cermati status output API

    Umumnya, status output dari suatu pengujian API di API sandbox adalah berupa kode respon. Bergantung pada skenario pengujian, Anda dapat menentukan lolos tidaknya sebuah API untuk digunakan dalam produk Anda berdasarkan kode respon yang diperoleh. 

  3. Fokuskan pada fungsi khusus API

    Satu API memiliki kegunaan yang berbeda dengan API lain. Misalnya, meskipun sama-sama API transaksional, API BRIZZI dan API BRIVA jelas mempunyai fungsi yang berbeda. 

    Oleh karena itu, dalam pengujian API, usahakan untuk melakukan pengujian sesederhana mungkin. Artinya, selesaikan pengujian dengan satu demi satu API terlebih dahulu untuk memastikan semuanya berfungsi dengan baik. Jika ada skenario yang mengharuskan Anda untuk melakukan pemanggilan terhadap lebih dari satu API, pastikan bahwa setiap API telah Anda uji dan berjalan lancar.

  4. Ciptakan production behavior semirip mungkin

    API sandbox adalah tempat Anda melakukan simulasi real production. Oleh karena itu, Anda pun harus menciptakan production behavior yang semirip mungkin dengan proses production yang Anda lakukan. 

    Apabila Anda tidak membuat situasi yang serupa di API sandbox, akan muncul potensi pengujian yang ke sekian kalinya di API sandbox akibat production behavior yang berbeda antara platform Anda dengan API sandbox—yang tentunya bertentangan dengan tujuan sandbox.

  5. Pisahkan data production dengan data sandbox

    API sandbox harus terisolasi dari platform internal Anda. Anda harus ingat bahwa fungsi API sandbox adalah memungkinkan developer untuk mensimulasikan keadaan, bukan mengizinkan interaksi langsung antara data production dengan data buatan di API sandbox.

    Jika Anda tidak berhati-hati, maka proses pengembangan produk akan terdampak hingga tereksposnya data asli pengembangan ke pihak yang tidak dikenal. 


Sekarang, Anda telah memahami peran API sandbox hingga cara menggunakannya secara optimal. Di API sandbox BRIAPI, Anda dapat melakukan simulasi dan pengujian berbagai layanan BRIAPI, mulai dari API transaksional seperti BRIZZI dan BRIVA, hingga API informasional seperti API Informasi Mutasi dan API Informasi Rekening. Melalui API sandbox, Anda dapat menciptakan kondisi yang serupa dengan proses pengembangan produk dan menyesuaikannya dengan layanan BRIAPI.